Jumat, 06 April 2012

MAKALAH TENIS MEJA


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhT9itMvkFlEBniWk_RzvYNU6ETpcWg93iWoJLdHczgXoiOWQRBQIIeS8n93If8H46w7mx2Xe8Hw4ku6kljT4qd-2TVBSfHOf-K_vo7CjJQbNPPelfUlpuZYgo3Kj29jgGNqsCkdv0SBdgV/s1600/images.jpg
BAB I
PENDAHULUAN


a.         Latar Belakang


Pentingnya olahraga dirasakan oleh manusia dalam aktivitasnya sehari-hari sehingga semua laporan masyarakat ikut serta didalamnya. Olahraga banyak macamnya salah satu diantaranya olahraga bidang tenis meja. Tenis meja merupakah salah satu cabang olahraga yang banyak penggemarnya, tidak terbatas pada tingkat usia remaja, tetapi juga anak-anak dan orang tua, pria atau wanita cukup besar peminatnya. Hal ini disebabkan karena olahraga yang satu ini tidak terlalu rumit untuk diikuti.
Pada dasarnya olahraga tenis meja merupakan olahraga yang berskala internasional, banyak negara yang ikut berperan dalam olimpiade atau pesta olahraga dunia, bahkan pada tahun 1977 kurang lebih 75 negara ikut bertanding di Bermingham (Inggris)..

b.          Pembatasan Masalah
            Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dalam pembuatan atau penyusunan makalah ini ditemukan beberapa rumusan masalah sebagaimana dapat dikemukakan sebagai berikut :
1. Bagaimana cara orang bisa mengetahui tentang tenis meja ?
2. Bagaimana sejarah tentang tenis meja ?
3. Bagaimana cara orang mengetahui apa saja perlengkapan tenis meja ?
4. Bagaimana cara orang mengetahui peraturan tenis meja ?
C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui cara orang mengetahui tentang tenis meja.
2. Untuk mengetahui sejarah tentang tenis meja
3. Untuk mengetahui tentang perlengkapan tenis meja
4. Untuk mengetahui peraturan tenis meja



 BAB II
PEMBAHASAN
PERALATAN DAN FASILITAS TENIS MEJA


A.    Pengertian Tenis Meja
Hampir setiap orang pernah bermain tenis meja sesekali dalam hidupnya telah dicobanya bermain pingpong, entah untuk mengisi waktu dikala senggang, entah sebagai pelampiasan rasa ingin tahu saja. Tujuannya hanyalah satu dua game, mencoba set tenis meja yang baru diterimanya sebagai hadiah ulang tahun atau hari natal. Dipasangnya pun di atas meja makan ! Ada juga yang mengikuti pertandingan pingpong secara lebih mendalam.
Tenis meja adalah suatu cabang olahraga yang tidak mengenal batas umur, anak –anak maupun orang dewasa dapat bermain bersama. Dapat dianggap sebagai acara rekreasi, dapat juga dianggap sebagai olahraga atletik yang harus ditanggulangi dengan bersungguh-sungguh. Tetapi kalau kita ingin menguasai pingpong sebagai olahraga, maka mau tak mau kita harus mempelajari dan memahami berbagai stroke (pukulan) yang ada, kita harus menguasai juga berbagai style permainan yang utama, tak mungkin bermain pingpong dengan baik tanpa mengetahui dasar-dasar ini.
Tenis meja merupakan salah satu abang olahraga yang banyak penggemarnya, tidak terbatas pada tingkat usia remaja saja, tapi juga anak-anak dan orang tua, pria dan wanita cukup besar peminatnya, hal ini disebabkan karena olahraga yang satu ini tidak terlalu rumit untuk diteliti..
B.  Sejarah Tentang Tenis Meja
Pada mulanya tenis meja dianggap sebagai permainan yang lucu dan kurang menarik, karena mulanya seorang gadis dan seorang pemuda memukul bola plastic kecil melintas di atas net ( yang selanjutnya disebut pingpong). Pada perkembangan selanjutnya dari hasil latihan sampai terampil dalam bermain bola pingpong itu dapatlah ditentukan bahwa tubuh merupakan subjek yang harus melewati latihan khusus dan intensif, serta harus mampu memukul bola lebih dari 100 mph dan harus dapat menguasai bola itu sendiriPada saat tenis meja merupakan ukuran olahraga prestasi internasional, selebih bertahun selama 30 tahun menjadi ukuran prestasi nasional. Pertandingan tenis meja diselenggarakan di London tahun 1926, yang semata-mata merupakan kompetisi antara 7 negara dan selanjutnya diikuti oleh 34 negara. Tahun 1930 Inggris mampu mendapat unggulan, yakni Fred Derry yang memenangkan kejuaran tunggal Wimbolden pada tahun 1928 – 1929. Sukses yang diperoleh Eropa Timur, membuat nama Viktor Barna dari Richard Bergmann menjadi tokoh legendaris. Barna sendiri menjadi raja tenis meja selama 16 tahun dalam nomor tunggal dan ganda.Setelah Perang Dunia II, tenis meja mengundang simpati dan mempesonakan setengah dari benua Eropa. Hungaria dan Cekoslawakia menghasilkan pemain–pemain kaliber dunia serta memperkenalkan teknik permainan yang maju dan lebih maju.
C. Perlengkapan Tenis Meja
1. Bet atau Raket
Bet merupakan alat utama untuk memukul bola pada tenis meja. Pada mulanya dipakai busa atau spon, kemudian mengalami perubahan pada masa 30 tahun terakhir. Alat pemukul bola pada tenis meja ( bet atau raket) semakin disederhanakan. Bet – bet terbuat dari bahan – bahan lunak dengan postur bundar, dan terbuat dari karet. Dengan adanya karet sintetis tersebut didapatkan bet seperti yang dipakai Barna, Bergmann dan Leach. Bet yang dilapisi karet tidak saja memberi kecepatan penuh, tetapi juga memberi kesempatan kepada para pemain mengembangkan gaya permainannya yang akurat, penuh kehalusan dan teknik yang meliputi segalanya. Bola akan berputar-putar membingungkan pandangan pada keepatan prima. Pukulan semacam itu, harus sudah menyatu dalam perlengkapan tenis bagi pemain kaliber dunia.
2. Bola
Secara tradisional bola –bola dibuat dari bahan celluloid dan pada perkembangan selanjutnya bola disempurnakan menjadi superbal yang terbuat dari serpihan plastik. Namun demikian terdapat kesulitan pada daya pantul yang tidak dapat diandalkan. Dengan bola –bola yang dihasilkan secara tradisional, tidak lagi merupakan personal bagaimana gigihnya menjatuhkan lawan, tetapi bagaimana cara dan menghindari agar supaya tidak mengikuti irama permainan lawan, sedangkan dengan menggunakan superbal, sesuai 3 -4 kali permainan bola akan tetap licin dan sukar mengendalikannya. Hampir semua pemain tenis meja dunia menola bola jenis ini karena tidak dapat memberikan kesempatan baik pada set-set yang tidak diduga.
3. Pakaian
Pilihlah kaos yang sesuai dengan postur tubuh anda, sehingga memberi kenyamanan. Jangan memilih kaos yang menyebabkan suasana panas dan dingin, pakailah kaos yang benar-benar sesuai dan memberi kenyamanan bagi tubuh.Sebelum mulai pertandingan suatu turnamen, pemanasan tubuh adalah penting, beberapa tempat permainan di dunia internasional, kadang –kadang terlalu dingin. Untuk itu dibutuhkan kaos rangkap dan atau tiga untuk menghindarkan dari kejang-kejang atau kedinginan.
4. Meja TenisMeja
yang baik adalah meja yang mempunyai ukuran sebagai berikut ;
Panjang : 2,74 meter
Lebar   : 1,52 meter
Panjang net : 1,83 meter
Tinggi:76cm
Warna meja yang ideal adalah hijau dengan garis-garis batas berwarna putih dan lebar
2 cm.
5. Net
Net ini berfungsi sebagai pembagi mesin menjadi dua bagian yang sama luasnya. Di kiri kanan meja dipasang dua tiang penyangga ukuran 15 sampai 25 cm, tingginya dan berjarak 15 sampai 25 dari garis pinggir. Tiang penyangga ini berguna untuk mengikatkan tali penopang net tersebut.Tinggi net berkisar antara 15 sampai 25 cm di atas permukiman meja, sedangkan bagian bawahnya harus dipasang sedekat mungkin dengan permulaan meja tersebut.
D. Peraturan Tenis Meja
1. Mejaa.
a. Permukaan atas meja yang secara umum diistilahkan sebagai ” Playing surface” harus berbentuk segi empat dengan ukuran panjang 2,74 meter dan lebar 15,25 meter. Permukaan ini harus terletak horisontal pada ketinggian 760 mm di atas lantai.
b. Permukaan atas meja dapat terbuat dari material apapun juga, asalkan kemungkinan pantulan bola setinggi 220 sampai 250 mm dengan menggunakan bola standar (sebaiknya yang jenis medium) dan dijatuhkan dari ketinggian 305 mm dari atas permukaan meja.

c. Permukaan meja ini harus berwarna gelap, kalau mungkin hijau tua. Permukaan meja initidak boleh berkilat dan dibatasi dengan garis putih sebesar 20 mm di semua sisinya.
1) Garis putih yang membatasi lebar permukaan meja sepanjang 1,525 meter akan diberi nama ” batas akhir” (endlines)
2) Garis putih yang membatasi panjang permukaan meja sepanjang 2,74 meter akan diberi nama ” batas sisi” ( side lines)
d. Bagi permainan ganda, permukaan meja ini akan dibagi menjadi dua bagian dengan garis putih selebar 3 mm. Garis tengah ini pararel dengan batas sisi dan akan diberi nama ” batas tengah” ( centre line). Batas tengah yang sudah digambarkan secara permanen ini tak perlu dihapus apabila meja hendak dipakai untuk permainan tunggal.
2. Net
a. Permukaan meja akan dibagi menjadi dua sisi dengan ukuran yang sama dengan perantaraan sebuah ” jaring” (net) yang pararel dengan batas akhir meja tersebut.
b. Net ini akan ditegangkan oleh tali yang diikat pada kedua belah sisi pada sebuah tiang penyangga setinggi 152,5 mm, sedangkan batas sisi dari kedua tiang penyangga harus berjarak 152,5 mm dari batas sisi permukaan meja.
c. Panjang net itu, beserta perpanjangnya di sisi kanan dan kiri harus berukuran : panjang 1.83 m sedangkan seluruh panjang tersebut, terhitung dari ujung atas net, harus berjarak 152,2 mm di atas permukaan meja.
3. Bola
a. Bola harus berbentuk bulat, dengan diameter minimum 37,2 mm dan maksimum 28.2 mm.
b. Berat bola minimum harus 240 gram dan maksimum 2.54 gram.
c. Bola ini harus terbuat dari selulosa atau plastik lainnya yang sejenis dan harus berwarna putih atau king tanpa ada efek berkilat ( harus suram).
4. Bet atau raket
a. Ukuran raket bebas, demikian juga bentuk dan beratnya.
b. ”Blade” ( bagian raket yang bundar, dengan maka kita memukul bola) harus terbuat dari kayu seluruhnya, rata tebalnya , datar dan kaku.
c. Bagian permukaan dari setiap sisi black tersebut, dipakai ataupun tidak dipakai untuk memukul bola.
BAB III
TEKNIK DASAR PERMAINAN TENIS MEJA


Pada pokoknya teknik dasar permainan tennis meja dapat dibedakan menjadi :
1.      GRIP
2.      STANCE
3.      STROKE
4.      FOOTWORK

1.      GRIP
Grip atau pegangan merupakan factor yang sangat penting dalam hamper semua permainan yang menggunakan racket/pemukul. Cara memegang racket inilah yang akan menentukan teknik permainan dan cara mengembangkan permainan. Jika sejak semula cara memegang bet sudah salah, kemungkinan permainan tersebut akan menghadapi kesulitan dalam mempelajari teknik-teknik permainan selanjutnya.
Dalam permainan tennis meja pegangan atau grip telah menimbulkan perdebatan bagi para pelatih/ coach dan atlit, pegangan mana yang baik diantara dua pegangan yang sering digunakan dalam permainan tennis meja, yaitu :
·   Shakehand grip dan
·   Penhold grip
Bagi para pemula tiap grip mempunyai paling sedikit dua variasi grip, yaitu grip untuk pukulan forehand dan grip untuk pukulan backhend, untuk mereka yang ingin meningkatkan prestasi ke jenjang yang legih tinggi cara ini kurang efisien. Sedikit sekali kesempatan untuk mengganti-ganti.

1.       DRIVE .
Drive adalah teknik pukulan yang dilakukan dengan gerakan bet dari bawah serang ke atas dan sikap bet tertutup. Besarnya sudut yang diakibatkan oleh gerakan kemiringan bet bervareasi sesuai dengan arah jatuhnya bola, putaran bola yang dating dari lawan dan tujuan dari pemukul drive (driver) itu sendiri. Drive dapat digunakan sebagai pukulan serangan atau dapat juga kitakontrol sesuai dengan keinginan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan teknik drive :
1.     Perhatikan arah jatuhnya bola dan segera mengambil posisi sesuai dengan arah jatuhnya bola tersebut.
2.     Ambil posisi side stance, pandangan mata terus mengikuti lainnya bola.
3.     Dengan bergerak maju atau mundur ke samping bet menyentuh atau mengenai bola pada waktu bola berada pada titik ketinggiannya, pukulan diperkuat dengan perputaran tubuh dari tungkai dan kaki, dan pinggang ke atas.
4.     Lanjutan gerakan lengan setelah perkenaan pada bola (follow through), sampai bet berada di samping kiri depan kepala. (untuk pukulan tangn kanan), dan sebaliknya untuk pukulan tangn kiri.
5.     Kembalikan ke posisi siap sedia, siap menerima pengembalian bola berikutnya.
6.     Untuk backhend drive posisi kakinya lebih terbuka sedikit dibandingkan dengan forehand driv.
Teknik pukulan drive dapat dimainkan pada setiap zone 1 meter, zone 2 meter, zone 3 meter, juga dapat dimainkan di atas meja. Teknik drive dapat dilakukan dari gerakan yang perlahan sampai dengan yang tercepat. Panjang pendeknya pukulan drive tergantung dari zone tempat kita bermain.semakin jauh dari meja, semakin panjang strokenya.
Teknik pukulan drive yang dilakukan di atas meja atau zone 1 meter dapat menggunakan kecepatan yang bervareasi, cepat,sedang atau lambat, (fast, medium, slowa), juga jenis strokenya dapat panjang, medium atau pendek. Tetapi pemain yang beada pada zone 2 meter atau zone 3 meter, sebaiknya mempergunakan kecepatan yang medium atau cepat dengan jenis stroke yang medium atau panjang.
Deskripsi gerakan forehand drive.
Kaki kiri di depan, kaki kanan di belakang (bagian pemain tengah kanan, sedang pemain tangan kiri sebaliknya). Badan menyerongke kanan ± 45 derajat lutut dibengkokan. Bet ditarik ke samping belakang. Kepala bet menghadap serong ke tengah dengan lengan agak ke bawah. Pergelangan tangan tidak dibengkokan.
Posisi tersebut di atas dilakukan pada saat bola lawan menuju ke arah pemukul. Kemudian lengan diayun ke depan kiri atas dengan menggesek bagian belakang bola untuk bola kosong dan dengan menggesek bagian bawah bola untuk bola isi . agar bola berjalan dalam suatu gerak lengkung melewati net kea rah lawan. Pergelangan tangan ikut membantu menggesek bola ke atas, hingga bet berhenti disamping kiri atas kepala.

2.       CHOP
Chop adalah teknik memukul bola dengan gerakan seperti menebang pohon dengan kapak atau disebut juga gerakan membacaok.
Pada pukulan chop yang normal, sudut rata-rata bet adalah 45 derajat (terbuka) dengan gerakan miring dari atas ke bawah. Pukulan chop bias digunakan untuk mengembalikan bola yang bermacam-macam putaran seperti ; backspin, topspin, atau sidespin. Chop itu sendiri dapat dilakukan di atas meja ataupun diluar meja. Chop diatas meja hamper mirip dengan gerakan push, hanya bedanya kalau dalam push gerakannya horizontal, sedangkan pada chop gerakannya diagonal dari atas ke bawah (yang normal akan membentuk sudut ± 45 derajat). Chop di luar meja biasanya lebih dikenal sebagai defensive strokes, khususnya untuk menerima bola-bola topspin.

3.       SERVICE
Service adalah teknik memukul untuk menyajikan bola pertama ke dalam permainan, dengan cara memantulkan terlebih dahulu bola tersebut, ke meja service, kemudian harus melewati atas net dan akhirnya memantulkan di meja lawan. Ketentuan lainnya tentang service ada dalam peraturan permainan tennis meja.
Gerakan atau putaran yang diberikan pada bola bias bermacam-macam, misalnya : forehand, backhand, backspin, topspin, sidespin, atau kombinasi dari ketiganya.
  
BAB IV
KESIMPULAN


Beberapa sumber mengatakan bahwa permainan tennis meja berasal dari inggris. Permainan ini berasal dari permainan tennis kuno pada abad pertengahan dengan nama seperti “Gossima” dan “Whiff-whiff”. Permainan ini dikembangkan antara lain oleh angkatan bersenjata inggris yang berkedudukan di India.
Peralatan dan fasilitas tennis meja terdiri dari : alat  pemukul (bet), meja, seperangkat jarring, bola, ruangan.
Pada pokoknya teknik dasar permainan tennis meja dapat dibedakan menjadi :
  1. GRIP
  2. STANCE
  3. STROKE
  4. FOOTWORK
Grip atau pegangan merupakan factor yang sangat penting dalam hamper semua permainan yang menggunakan racket/pemukul
Drive adalah teknik pukulan yang dilakukan dengan gerakan bet dari bawah serang ke atas dan sikap bet tertutup
Chop adalah teknik memukul bola dengan gerakan seperti menebang pohon dengan kapak atau disebut juga gerakan membacaok.
Service adalah teknik memukul untuk menyajikan bola pertama ke dalam permainan, dengan cara memantulkan terlebih dahulu bola tersebut, ke meja service, kemudian harus melewati atas net dan akhirnya memantulkan di meja lawan. Ketentuan lainnya tentang service ada dalam peraturan permainan tennis meja.

Selasa, 03 April 2012

A. Pengertian Aqidah Akhlak


  1. 1. Pengertian Aqidah
Secara etimologis (lughat), aqidah berakar kata dari kata aqada-ya’qidu-aqdan-aqidatan. Aqdan berarti simpul, ikatan, perjanjian dan kokoh. Setelah terbentuk menjadi aqidah berarti keyakinan,[1] dapat pula diartikan (???? ) ??? berarti mengingat, menyimpulkan, menggabungkan.[2]
Sebagaimana diketahui bahwa dasar pokok utama dalam Islam adalah aqidah atau keyakinan secara etimologik, aqidah berarti credo, keyakinan hidup, dan secara khusus aqidah berarti kepercayaan dalam  hati, diikrarkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.[3] Menurut Arifin Zainal Dzamaris, aqidah istilah suatu yang dianut oleh manusia dan diyakini apakah berwujud agama atau lainnya.[4]
  1. 2. Ruang Lingkup Pembahasan Aqidah
Obyek materi pembahasan mengenai aqidah pada umumnya adalah Arkan Al-Iman, yaitu:
  1. Iman kepada Allah swt.
  2. Uman kepada malaikat (termasuk pembahasan tentang makhluk rohani lainnya seperti Jin, iblis dan syaitan).
  3. Iman kepada kitab-kitab Allah
  4. Iman kepada Rasul Allah
  5. Iman kepada hari akhir
  6. Iman kepada taqdir Allah.[5]
Aqidah Islam berawal dari keyakinan kepada zat mutlak yang Maha Esa yang disebut Allah. Allah Maha Esa dalam zat, sifat, perbuatan dan wujudnya. Kemaha-Esaan Allah dalam zat, sifat, perbuatan dan wujdunya itu disebut tauhid. Tauhid menjadi inti rukun iman.[6]
Aqidah pokok yang perlu dipercayai oleh tiap-tiap muslimin, yang termasuk unsur pertama dari unsur-unsur keimanan ialah mempercayai:
  1. Wujud (ada) Allah dan wahdaniyat (keesaannya) sendiri dalam menciptakan, mengatur dan mengurus segala sesuatu. Tidak bersekutu dengan siapapun tentang kekuasaan dan kemuliaan. Tiada menyerupainya tentang zat dan sifatnya. Hanya Dia saja yang berhak disembah, dipuja dan dimuliakan secara istimewa. Kepadanya saja boleh menghadapkan permintaan dan menundukkan diri tidak ada pencipta dan pengatur selain darinya.
Firman Allah dalam QS. Al-Ikhlas (112): 1-4.
Terjemahnya:
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.[7]
  1. Bahwa Tuhan memilih di antara hamba-Nya, yang dipandang layak untuk memikul risalah-Nya (putusan-Nya) kepada rasul-rasul itu disampaikan wahyu dengan perantara malaikat. Mereka berkewajiban menyeru kepada keimanan dan mengajak mengerjakan amal saleh (perbuatan baik). Karena itu wajiblah beriman kepada segenap rasul yang disebut dalam Al-Qur’an
  2. Adanya malaikat yang membawa wahyu dari Allah kepada rasul-rasul-Nya juga mempunyai kitab-kitab suci yang merupakan kumpulan wahyu Ilahi dan isi risalah Tuhan.
  3. Mempercayai apa yang terkandung dalam risalah itu. Di antaranya Iman kepada hari kebangkitan dan pembalasan. Juga iman kepada pokok-pokok syariat dan peraturan-peraturan yang telah dipilih Tuhan sesuai dengan keperluan hidup manusia dan selaras dengan kesanggupan mereka, sehingga tergambarlah dengan nyata keadilan, rahmat, kebesaran dan hikmat kebijaksanaan Ilahi.[8]
Adapun penjelasan ruang lingkup pembahasan aqidah yang termasuk dalam Arkanul Iman, yaitu:
  1. Iman kepada Allah swt.
Pengertian iman kepada Allah ialah:
1)     Membenarkan dengan yakin akan adanya Allah
2)     Membenarkan dengan yakin keesan-Nya, baik dalam perbuatan-Nya menciptakan alam, makhluk seluruhnya, maupun dalam menerima ibadat segenap makhluknya.[9]
3)     Membenarkan dengan yakin, bahwa Allah bersifat dengan segala sifat sempurna, suci dari sifat kekurangan yang suci pula dari menyerupai segala yang baharu (makhluk).
Allah zat yang maha mutlak itu, menurut ajaran Islam, adalah Tuhan yang Maha Esa. Segala sesuatu yang mengenai Tuhan disebut ketuhanan.[10]
Firman Allah QS. Al-Baqarah (2): 163.
Terjemahnya:
Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.[11]
Al-Qur’an telah memberikan petunjuk, cara bagaimana memperoleh keimanan terhadap aqidah pokok. Selanjutnya Al-Qur’an memberikan pula petunjuk sekitar ketuhanan dengan menerangkan nama. Nama dan sifat-sifat Tuhan, yang menggambarkan zat Allah, kekuasaan-Nya, kebijaksanaan-Nya, sifat-sifat kesempurnaan dan layak baginya wajib kita iman.
Dalam mengimani Allah swt. bukan berarti Al-Qur’an memperkenalkan Allah swt. sebagai sesuatu yang bersifat ide atau material, yang tidak dapat diberi sifat atau digambaran dalam kenyataan atau dalam keadaan yang dijangkau oleh akal manusia.
Karena itu Al-Qur’an menempuh cara pertengahan dalam memperkenalkan Tuhan, Dia, menurut Al-Qur’an antara lain Maha Mendengar, maha melihat, hidup, berkehendak, menghidupkan dan mematikan, Ar-Rahman.[12]
Firman Allah QS. Al-A’raf (7): 80.
Terjemahnya:
Ayat di atas mengajak manusia untuk berdoa/menyerunya dengan sifat-sifat-Nya, nama-nama yang terbaik itu dalam arti mengajak untuk menyesuaikan kandungan permohonan dengan sifat yang disandang Allah, sehingga jika seorang memohon rezeki ia menyeru Allah dengan sifat ar-Razak (pemberi rezeki).[13]
Dengan demikian setelah kita mengimani Allah, maka kita membenarkan segala perbuatan dengan beribadah kepadanya, melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya, mengakui bahwa Allah swt. bersifat dari segala sifat, dengan ciptaan-Nya di muka bumi sebagai bukti keberadaan, kekuasaan, dan kesempurnaan Allah swt.[14]
  1. Iman Kepada malaikat-malaikat-Nya
Menurut Kamus Bahasa Indonesia, kata malaikat diartikan makhluk Allah yang taat, diciptakan dari cahaya yang mempunyai tugas khusus dari Allah.[15]
Beriman kepada malaikat ialah mempercayai bahwa Allah mempunyai makhluk yang dinamai “malaikat” yang tidak pernah durhaka kepada Allah, yang senantiasa melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya dan secermat-cermatnya. Lebih tegas, iman akan malaikat ialah beritikad adanya malaikat yang menjadi perantara antara Allah dengan rasul-rasul-Nya, yang membawa wahyu kepada rasul-rasul-Nya.[16]
Di dalam Al-Qur’an banyak ayat yang menyeru kita mengimankan sejenis makhluk yang gaib, yang tidak dapat dilihat oleh mata, tidak dapat dirasa oleh panca indera, itulah makhluk yang dinamai malaikat.
Firman Allah swt. QS. Fushshilat (41): 30.
Terjemahnya:
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.[17]
Malaikat selalu memperhambakan diri kepada Allah dan patuh akan segala perintah-Nya, serta tidak pernah berbuat maksiat dan durhaka kepada Allah swt.
Firman Allah swt. QS. Al-Anbiya (21): 27
Terjemahnya:
Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya.[18]
Mengenai nama-nama dan tugas para malaikat tidak bisa diperkirakan sesama mereka juga ada perbedaan dan tingkatan-tingkatan, baik dalam kejadian maupun dalam tugas, pangkat dan kedudukannya baik yang berada dan tugas di alam ruh maupun ada yang bertugas di dunia.
Di antara nama-nama dan tugas malaikat adalah:
1)     Malaikat Jibril, bertugas menyampaikan wahyu kepada Nabi-nabi dan rasul
2)     Malaikat Mikail, bertugas mengatur hal-hal yang berhubungan dengan alam seperti melepaskan angin, menurunkan hujan, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.
3)     Malaikat Israfil, bertugas meniup terompet di hari kiamat dan hari kebangkitan nanti.
4)     Malaikat Maut (Malaikal maut) bertugas mencabut nyawa manusia dan makhluk hidup lainnya.
5)     Malaikat Raqib dan Atid, bertugas mencatat amal perbuatan manusia
6)     Malaikat ridwan bertugas menjaga surga dan memimpin para pelayan surga
7)     Malaikat Malik, bertugas menjaga neraka dan pemimpin para malaikat menyiksa penghuni neraka
8)     Malaikat yang bertugas memikul Arasy
9)     Malaikat yang menggerakkan hati manusia bentuk berbuat kebaikan dan kebenaran
10)Malaikat yang bertugas mendoaka orang-orang yang beriman supaya diampuni oleh Allah segala dosa-dosanya diberi ganjaran surga dan dijaga dari segala keburukan dan doa-doa lain.[19]
Dengan beriman kepada malaikat-malaikat-Nya, maka kita akan lebih mengenal kebesaran dan kekuasaan Allah swt. lebih bersyukur akan nikmat yang diberikan dan berusaha selalu berbuat kebaikan dan menjauhi segala larangannya. Karena malaikat selalu mengawasi dan mencatat amal perbuatan manusia.
  1. Iman kepada kitab-kitab Allah swt.
Keyakinan kepada kitab-kitab suci merupakan rukun iman ketiga. Kitab-kitab suci itu memuat wahyu Allah. Beriman kepada kitab-kitab Tuhan ialah beritikad bahwa Allah ada menurunkan beberapa kitab kepada Rasulnya, baik yang berhubungan itikad maupun yang berhubungan dengan muamalat dan syasah, untuk menjadi pedoman hidup manusia. baik untuk akhirat, maupun untuk dunia. Baik secara individu maupun masyarakat.[20]
Jadi, yang dimaksud dengan mengimani kitab Allah ialah mengimani sebagaimana yang diterangkan oleh Al-Qur’an dengan tidak menambah dan mengurangi. Kitab-kitab yang diturunkan Allah telah turun berjumlah banyak, sebanyak rasulnya. Akan tetapi, yang masih ada sampai sekarang nama dan hakikatnya hanya Al-Qur’an. Sedangkan yang masih ada namanya saja ialah Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa, Injil kepada Nabi Isa dan Zabur kepada Daud. [21]
Firman Allah swt. QS. Al-Furqan (25): 35
Terjemahnya:
Dan sesungguhnya Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertai dia sebagai wazir (pembantu).[22]
Kitab-kitab Allah yang diturunkan sebelum kitab suci Al-Qur’an tidak bersifat universal seperti Al-Qur’an, tapi hanya bersifat lokal untuk umat tertentu. Dan tidak berlaku sepanjang masa. Oleh karena itu, tidak memberi jaminan terpelihara keaslian atau keberadaan kitab-kitab tersebut sepanjang zaman sebagaimana halnya Allah memberikan jaminan terhadap Al-Qur’an.
Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang memuat wahyu Allah yang disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad selama masa kerasulannya.[23] Al-Qur’an merupakan kitab suci yang mempunyai kesempurnaan di atas kitab-kitab sebelumnya atau menjadi penyempurna, kelebihan Al-Qur’an tidak dapat diragukan lagi.
Firman Allah swt. dalam QS. Al-Isra’ (17): 88
Terjemahnya:
Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”.[24]
Al-Qur’an al-karim memperkenalkan dirinya dengan berbagai ciri dan sifat. Salah satu diantaranya adalah bahwa ia merupakan kitab yang keotentikannya dijamin Allah, dan ia selalu dipelihara.[25]
Firman Allah QS. Al-Hijr (15): 9.
Terjemahnya:
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.[26]
Dari berbagai penjelasan dan ayat-ayat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
  1. Al-Qur’an adalah kitab hidayah yang memberi petunjuk kepada manusia dari berbagai persoalan-persoalan aqidah, syari’ah, ibadah, tasyri, akhlak demi kebahagiaan hidup.
  2. Tiada pertentangan antara Al-Qur’an dengan ilmu pengetahuan
  3. Membenarkan atau menjalankan teori-teori ilmiah berdasarkan Al-Qur’an bertentangan dengan tujuan pokok atau sifat Al-Qur’an dan bertentangan pula dengan ciri khas ilmu pengetahuan.
  4. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan penemuan-penemuan baru adalah ijtihad yang baik.[27]
Al-Qur’an menyangkut segala hal. Banyak ayat secara terperinci membahas tentang kehidupan dunia ini dan sesudahnya yang dijelaskan dengan cara yang amat masuk akal.[28] Kesederhanaan Al-Qur’an membuatnya dipahami oleh semua orang sehingga mereka yang tidak bertakwa atau bahkan membenci Allah, memandang Al-Qur’an dengan prasangka buruk akan dapat mengambil kebaikan dari ajaran yang agung.[29]
  1. Iman kepada Nabi dan Rasul
Yakin pada para Nabi dan rasul merupakan rukun iman keempat. Perbedaan antara Nabi dan Rasul terletak pada tugas utama. Para nabi menerima tuntunan berupa wahyu, akan tetapi tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan wahyu itu kepada umat manusia. Rasul adalah utusan (Tuhan) yang berkewajiban menyampaikan wahyu yang diterima kepada umat manusia.[30]
Di Al-Qur’an disebut nama 25 orang Nabi, beberapa diantaranya berfungsi juga sebagai rasul ialah (Daud, Musa, Isa, Muhammad) yang berkewajiban menyampaikan wahyu yang diterima kepada manusia dan menunjukkannya cara pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagaimana manusia biasa lainnya Nabi dan Rasul pun hidup seperti kebanyakan manusia yaitu makan, minum, tidur, berjalan-jalan, mati dan sifat-sifat manusia lainnya. Nabi Muhammad saw. sebagai Nabi sekaligus Rasul terakhir tidak ada lagi rangkaian Nabi dan Rasul sesudahnya.
Firman Allah QS. Al-Ahzab (33): 40.
Terjemahnya:
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.[31]
Sebagai Nabi yang terakhir beliau telah menyempurnakan bangunan dinullah yang dimulai dikerjakan secara bertahap oleh para Nabi dan Rasul sebelumnya. Yang wajib kita imani, sebagai Nabi yang diutus untuk seluruh umat manusia sepanjang zaman sampai akhir kiamat.
Seorang muslim wajib beriman kepada seluruh Nabi dan Rasul-Nya yang telah diutus oleh Allah SWT, baik yang disebutkan namanya maupun yang tidak disebutkan namanya. Seorang muslim wajib membenarkan semua Rasul dengan sifat-sifat, kelebihan, keistimewaan satu sama lain, tugas dan mukjizatnya masing-masing seperti yang diperintahkan oleh Allah.
  1. Iman kepada hari Akhir
Rukun iman yang kelima adalah keyakinan kepada hari akhir. Keyakinan ini sangat penting dalam rangkaian kesatuan rukun iman lainnya, sebab tanpa mempercayai hari akhirat sama halnya dengan orang yang tidak mempercayai agama Islam, itu merupakan hari yang tidak diragukan lagi.
Firman Allah SWT. QS. An-Nisa (4): 87.
Terjemahnya:
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan (nya) daripada Allah.[32]
Hari akhirat ialah hari pembalasan yang pada hari itu Allah menghitung (hisab) amal perbuatan setiap orang yang suda dibebani tanggung jawab dan memberikan putusan ganjaran sesuai dengan hasil hitungan itu.[33]
Pembahasan tentang hari akhir dimulai dari pembahasan tentang alam kubur karena peristiwa kematian sebenarnya sudah merupakan kiamat kecil dan juga karena orang-orang yang sudah meninggal dunia telah memasuki bagian dari proses transisi dari kehidupan di dunia menuju kehidupan di akhirat.
Menurut sebagian ahli tauhid, hari akhirat ialah hari manusia dibangkitkan dari kubur untuk digiring kepada ma’syar, tempat mereka dikumpulkan sementara dan belum lagi ditentukan tempat mereka, surga atau neraka.[34] Dikatakan akhirat, karena hari itu adalah hari penghabisan yang dinantikan oleh makhluk hidup dan tidak ada lagi yang hidup dan ditunggu-tunggu sesudah hari kiamat terjadi.
Keimanan kepada Allah berkaitan erat dengan keimanan kepada hari akhir. Hal ini disebabkan keimanan kepada Allah menuntut amal perbuatan, sedangkan amal perbuatan baru sempurna dengan keyakinan tentang adanya hari akhirat. Demi tegaknya keadilan, harus ada suatu kehidupan baru dimana semua pihak akan memperoleh secara adil dan sempurna hasil-hasil perbuatan yang didasarkan atas pilihannya masing-masing.[35]
Firman Allah SWT. QS. Thaha (20): 15.
Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.[36]
Hari akhir ini ada baiknya kembali kita ingat bahwa seorang mukmin wajib beriman dengan hari akhir dengan segala proses, peristiwa dan keadaan yang terjadi pada hari itu sesuai dengan apa-apa yang telah diberikan dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah saw. tanpa mengurangi dan menambahnya. Keyakinan kepada hari akhirat juga menolong manusia memperkembangkan kepribadiannya.[37]
  1. Iman kepada qada dan qadar
Dalam menciptakan sesuatu, Tuhan selalu berbuat menurut Sunnahnya, yaitu hukum sebab akibat. Sunnahnya ini adalah tetap tidak berubah-ubah, kecuali dalam hal-hal khusus yang sangat jarang terjadi. Sunnah Tuhan ini mencakup dalam ciptaannya, baik yang jasmani maupun yang bersifat rohani.
Makna qadar dan takdir ialah aturan umum berlakunya huykum sebab akibat, yang ditetapkan olehnya sendiri.[38] Definisi segala ketentuan, undang-undang, peraturan dan hukum yang ditetapkan secara pasti oleh Allah SWT, untuk segala yang ada.[39]
Pengertian di atas sejalan dengan penggunaan qadar di dalam Al-Qur’an berbagai macam bentuknya yang pada umumnya mengandung pengertian kekuasaan Allah SWT, yang termasuk hukum sebab akibat yang berlaku bagi segala makhluk hidup maupun yang mati.
Firman Allah QS. Al-Hijr (15): 21.
Terjemahnya
Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.[40]
Untuk memahami takdir, manusia harus hidup dengan ikhtiar, dalam kehidupan sehari-harinya takdir Ilahi berkaitan erat dengan usaha manusia dan diiringi dengan doa dan tawakkal.[41] Seorang muslim wajib beriman dengan qada dan qadar kesalahan dalam memahaminya akan melahirkan dan sikap yang salah pula dalam menempuh di kehidupan di dunia ini.
Ada beberapa hikma yang dapat dipetik dari keimanan kepada qada dan qadar, ini antara lain:
  1. Melahirkan kesadaran bagi umat manusia bahwa segala sesuatu di dalam semesta ini berjalan sesuai dengan hukum-hukum yang telah ditetapkan pasti oleh Allah SWT.
  2. Mendorong manusia untuk terus beramal dengan sungguh-sungguh untuk mencapai kehidupan baik di dunia maupun di akhirat, mengikuti hukum sebab akibat dari Allah SWT.
  3. Mendorong manusia untuk semakin dekat dengan Allah SWT.
  4. Menanamkan sikap tawakkal dalam diri manusia, karena manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, sedangkan nasibnya diserahkan kepada Allah SWT.
  5. Mendatangkan ketenangan jiwa dan ketentraman hidup, karena menyakini apapun yang terjadi adalah atas kehendak dan qadar Allah SWT.
2. Akhlak
  1. Pengertian akhlak
Secara etimologis (lughat) akhlaq (bahasa Arab) adalah bentuk jamak dari khulaq yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat.[42] Prof. KH. Farid Ma’ruf mendefinisikan akhlak adalah kehendak jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan dengan mudah karena kebiasaan tanpa meimbulkan pertimbangan pikiran terlebih dahulu[43].
Di samping istilah akhlak juga dikenal etika dan moral ketiga istilah ini sama-sama menentukan nilai baik dan buruk sikap perbuatan manusia. perbedaannya terletak pada standar masing-masing. Bagi akhlak standarnya adalah Al-Qur’an dan assunah, bagi etika standarnya adalah akal pikiran; dan bagi moral standarnya adalah adat kebiasaan yang umum berlaku di masyarakat.[44]
Definisi-definisi akhlak dapat dilihat pada lima ciri yang terdapat dalam perbuatan akhlak, yaitu:
1)     Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang, sehingga telah menjadi kepribadiannya
2)     Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran
3)     Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang timbul dalam diri orang yang mengerjakannya, tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar
4)     Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesungguhnya, bukan main-main atau karena bersandiwara.
5)     Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan ikhlas semata karena Allah swt, bukan karena ingin mendapat pujian.[45]
Dalam pembinaan akhlak mulia merupakan ajaran dasar dalam Islam dan pernah diamalkan seseorang, nilai-nilai yang harus dimasukkan ke dalam dirinya dari semasa ia kecil.[46] Ibadah dalam Islam erat sekali hubungannya dengan pendidikan akhlak. Ibadah dalam Al-Qur’an dikaitkan dengan taqwa, dan taqwa berarti pelaksanaan perintah Tuhan dan menjauhi larangannya. Larangan Tuhan berhubungan perbuatan tidak baik, orang bertaqwa adalah orang yang menggunakan akalnya dan pembinaan akhlak adalah ajaran paling dasar dalam Islam.[47]
Dalam persepktif pendidikan Islam, pendidikan akhlak al-karimah adalah faktor penting dalam pembinaan umat oleh karena itu, pembentukan akhlak al-karimah dijadikan sebagai bagian dari tujuan pendidikan. Pendapat Atiyah al-Abrasyi, bahwa pendidikan budi pekerti adalah jiwa dari pendidikan Islam, dan mencapai kesempurnaan akhlak merupakan tujuan pendidikan Islam.[48]
Firman Allah swt. dalam QS. (29): 45
Terjemahnya:
“… dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar…”.[49]
Firman Allah swt. dalam QS. (3): 159
Terjemahnya:
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.[50]
Dari dua ayat di atas sangat jelas menekankan kita untuk menjadikan akhlak sebagai landasan segala tingkah laku yang berasal dari Al-Qur’an. Sebetulnya seluruh ajaran Al-Qur’an adalah akhlak.[51]
  1. Ruang Lingkup Akhlak
Secara rinci akhlak dalam Islam dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
1)     Akhlak manusia terhadap al-khaliq
2)     Akhlak manusia terhadap dirinya sendiri
3)     Akhlak manusia terhadap sesamanya
4)     Akhlak manusia terhadap alam lingkungannya.[52]
Yunahar Ilyas membagi pembahasan akhlak dengan enam bagian, yaitu:
1)     Akhlak terhadap Allah swt.
2)     Akhlak terhadap Rasulullah saw.
3)     Akhlak pribadi
4)     Akhlak dalam keluarga
5)     Akhlak bermasyarakat
6)     Akhlak bernegara.[53]
Prinsip akhlak dalam Islam yang paling menonjol adalah bahwa manusia dalam melakukan tindakan-tindakannya, ia mempunyai kehendak-kehendak dan tidka melakukan sesuatu. Ia harus bertanggung jawab atas semua dilakukannya dan harus menjaga perintah dan larangan akhlak. Tanggung jawab itu merupakan tanggung jawab pribadi muslim, begitupun dalam kehidupan sehari-hari harus selalu menampakkan sikap perbuatan berakhlak. Akan tetapi akhlak bukalah semata-mata hanya perbuatan akan tetapi lebih kepada gambaran jiwa yang tersembunyi.
  1. B. Garis-garis Besar Progaram Pengajaran (GBPP) Bidang Akhlak Aqidah Akhlak.
  1. 1. Pengertian Bidang Sutudi Aqidah Akhlak
Mata pelajaran aqidah akhlak adalah sub mata pelajaran pada jenjang pendidikan dasar yang membahas ajaran agama Islam dalam segi aqidah dan akhlak. Mata pelajaran aqidah akhlak juga merupakan bagian dari mata pelajaran pendidikan agama Islam yang memberikan bimbingan kepada siswa agar memahami, menghayati, meyakini kebenaran ajaran Islam serta bersedia mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.[54]
  1. 2. Fungsi Bidang Studi Aqidah Akhlak
Bidang sutudi aqidah akhlak berfungsi
  1. Penanaman nilai ajaran Islam sebagai pedoman mencapai kebahagiaan didunia dan akhirat.
  2. Pengembangan keimanan dan ketakawaan kepada Allah swt., serta akhlak mulia peserta didik seoptimal mungkin yang mulai ditanamkan dilingkungan keluarga.
  3. Penyesuaian mental dan peserta didik terhadap lingkungan fisik dan sosial melalui aqidah akhlak.
  4. Perbaikan kesalahan-kesalahan, kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Mencegah peserta didik dari hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya asing yang akan dihadapinya sehari-sehari.
  6. Pengajaran tentang informasi dan pengetahuan keimanan dan akhlak
  7. Penyaluran peserta didik untuk mendalami aqidah akhlak pada jenjang pendidikan yang lebih penting.[55]
  1. 3. Tujuan Bidang Sutudi Aqidah Akhlak
Bidang situdi aqidah akhlak bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan peserta didik yang diwujudkan dalam akhlaknya yang terpuji, melalui pemberian dan pemupukkan pengetahuan, penghayatan, pengalaman peserta didik tentang aqidah dan akhlak Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, serta berakhak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.[56]
  1. 4. Ruang Lingkup Bidang Studi Aqidah Akhlak
Secara garis besar, mata pengajaran aqidah akhlak berisi materi pokok sebagai berikut:
  1. Hubungan manusia dengan akhlak
Hubungan vatikal antara manusia khaliqnya mencakup dari segi aqidah yang meliputi, iman kepada Allah, iman kepada malaikat-malaikatnya, iman kepada kitab-kitabnya, iman kepada rasul-rasulnya, dan kepada qada’ dan qadarnya.
  1. Hubungan manusia dengan hamba
Materi yang dipelajari meliputi akhlak dalam pergaulan hidup sesama manusia, kewajiban membiasakan diri sendiri dan orang lain, serta menjauhi akhlak yang buruk.
  1. Hubungan manusia dengan lingkungannya
Materi yang pelajari meliputi akhlak menusia terhadap lingkungannya, baik lingkungan dalam arti yang luas, maupun akhlak hidup selain manusia, yaitu binatang dan tumbuh-tumbuhan.[57]
  1. C. Pengertian Kepribadian Siswa.
Kepribadian berasal dari kata pribadi yang berarti keadaan manusia orang perorang atau keseluruhan sifat-sifat yang merupakan watak perorangan. Anton M. Meovono mengatakan kepribadian adalah:
Sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang atau bangsa lainnya.[58]
Menurut Hortmann kepribadian adalah:
Susunan yang teriutegrasikan dari ciri-ciri umum seseorang individu sebaigaimana yang dinyatakan dalam corak khas yang tegas yang diperlihatkannya kepada orang lain.[59]
Dari kedua defenisi diatas, Witherington menyimpulkan bahawa kepribadian mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Manusia karena keturunannya mula-mula hanya merupakan individu dan berubah menjadi suatu pribadi setelah mendapat pengaruh lingkungan sosial hanya dengan cara belajar.
  2. Kepribadian adalah istilah untuk menyebutkan tingkah laku seseorang secara terintegrasikan dan bukan hanya beberapa aspek saja.
  3. Kepribadian untuk menyatakan pengertian tertentu saja yang ada pada pikiran orang lain dan pikiran tersebut ditentukan oleh nilai perangsang sosial seseorang.
  4. Kepribadian tidak menytakan sesuatu yang bersifat statis seperti bentuk atau ras tetapi menyertakan keseluruhan dan kesatuan dari tingkah laku seseorang.
  5. Kepribadian tidak berkembang secara fasif saja, tetapi setiap orang mempergunakan kapasitasnya secara aktif untuk menyesuaikan diri kepada lngkungan sosial.
Cermin dari ciri-ciri kepribadian tersebut,  pada dasarnya merupakan unsur yang terkandung dalam diri anak, yang akan dikembangkan melalui pendidikan, sehingga kepribadian anak menampilkan ciri-ciri khas seorang muslim.
Adapun istilah digunkan untuk menggambarkan tentang kepribadian anak menurut Jalaluddin adalah sebagai berikut:
  1. Mentality, yaitu situasi mental yang berhubungan dengan kegiatan mental atau intelektual.
  2. Personality, yaitu ciri seorang yang dengan adanya ciri tersebut menyebabkan ia dapat dibedakan dari orang lain, berdasarkan seluruh sikap yang ditampilkan.
  3. Individuality, yaitu sikap khas seseorang yang menyebabkan seseorang mempunyai sikap yang berbeda dari orang lain.
  4. Identity, yaitu sikap kedirian sebagai suatu kesatuan dari sifat-sifat mempertahankan dirinya terhada sesuatu dari luar.[60]
Dari penjelasan istilah diatas, nampaknya bahwa kepribadian itu adalah hasil dari suatu proses kehidupan yang dijalani seseorang. Oleh karena itu, proses yang dialami tiap orang itu berbeda beda, maka kepribadian tiap-tiap individu pun berbeda.
Namun demikian, karena hidup ini mempunyai tujuan tertentu dan kepribadian sendiri-sendiri ternyata dapat dibentuk dalam hidup. Usaha yang sistematis dan berencana, manusia dapat mengupayakan terbentuknya kepribadian yang diharapkan sebagaimana dalam tap MPR No. II tahun 1983, mengatakan bahwa:
Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembagunan manusia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia.[61]
Analisis secara filosifis mengatakan bahwa hakekat kodrat martabat manusia memiliki potensi esensial sebagai berikut:
  1. Manusia sebagai mahluk pribadi (Individual being)
  2. Manusia sebagai mahluk sosial (Sosial being)
  3. Manusia sebagai mahluk susila (Moral being)
  4. Manusia sebagai mahluk bertuhan.[62]
Perkembangan atau aktualisasi dari potensi esensial manusia secara kesatuan integral akan menentukan kualitas kepribadian seseorang.
Berdasarkan pemahaman tersebut, maka kepribadian dapat dirumuskan sebagai penampilan ciri khas manusia didalam sikap lahiriah dan sikap mental yang dimiliki. Manusia berupaya untuk mempertahankan keberadaan pribadinya masing- masing sebagai jati diri setiap individu. Upaya tersebut akan lebih efektif apabila dilakukan melalui bimbingan dan pengarahan. Pembentukan kepribadian melalui proses yang cukup panjang, yaitu sepanjang kehidupan manusia itu sendiri.
Dari beberapa defenisi atau penjelasan diatas, penulis menyimpulkan bahwa kepribadian adalah unsur kejiwaan atau psikis serta moral yang tampil dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati secara lahiriah dalam pergaulan bersama. Pribadi bersifat unik ; artinya kepribadian seseorang sifatnya khas dan mempunyai ciri-ciri yang membedakannya dengan individu yang satu dengan yang lainnya.
D. Aspek- aspek kepribadian siswa.
Pembentukan kepribadian itu bukan suatu hal yang sekali jadi, melainkan berlangsung secara berangsur-angsur dan mangalami proses perkembangan secara sistematis. Oleh karena itu, pembentukan kepribadian merupakan suatu proses, dan akhir dari perkembangan itu berlangsung secara baik pula atau dengan kata lain kepribadian yang harmonis.
Kepribadian itu disebut harmonis kalau segala aspek-aspek kejiwaan seimbang dengan tenaga yang bekerja seimbang pula sesuai dengan kebutuhan. Sebagaimana firman Allah swt, QS. Al-Baqarah (2):143.
Dan demikian (pula) kami telah menjadikan kamu (ummat Islam), ummat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.[63]
Adapun aspek-aspek kepribadian yang di maksud oleh Ahmad D. Marimba adalah:
  1. Aspek-aspek kejasmanian, meliputi tingkah laku luar yang mudah nampak dan ketahuan dari luar, misalnya cara berbuat dan berbicara.
  2. Begitu pula aspek kejiwaan yang meliputi aspek-aspek yang tidak mudah nampak dan ketahuan dari luar, misalanya caa-acara berpikir, sikap dan minat.
  3. Disisi lain aspek kerohanian yang luhur, meliputi aspek kejiwaan yang lebih abstrak, seperti filsafat hidup dan kepercayaan. Ini meliputi sistem  nilai yang telah meresap di dalam kepribadian itu, yang menjadikan bagian pribadi yang mendarah daging dalam kepribadian itu yang mengarahkan dan memberi corak seluruh kehidupan individu seseorang. Bagi orang-orang yang beragama, aspek tersebut yang menuntutnya  kearah kebahagian, bukan saja didunia tetapi juga di akhirat. Dan aspek-aspek inilah yang memberi kualitas kepribadian manusia secara keseluruhannya.[64]
Ketiga aspek kepribadian tersebut yang akan dibentuk melalui pendidikan. Sasaran yang dituju dalam pembentukan kepribadian adalah keutuhan jiwa dan mental yang memili akhlak mulia.
Menurut Abdullah al-Darraz, yang di kutip oleh Jalaluddin, mengemukakan bahwa:
Pendidikan akhlak dalam pembentukan kepribadian muslim berfungsi sebagai pengisi nilai-nilai keIslaman. Dengan adanya cerminan nilai-nilai yang dimaksud dalam sikap dan perilaku seseorang maka tampillah kepribadian sebagai muslim.[65]
Dalam ajaran Islam tentang wujud pribadi muslim, serta aspek-aspek yang harus dikembangkan adalah identik dengan aspek pribadi manusia seutuhnya, seperti cermin dalam rumusan tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, usaha untuk membentuk kepribadian muslim searah dengan usaha-usaha pembentukan pribadi manusia Indonesia seutuhnya melalui jalur pendidikan yang diproses secara Formal lewat pendidikan maupun non Formal.
Adapun aspek-aspek pokok yang memberi corak khusus bagi seorang muslim menurut ajaran Islam yaitu:
  1. Adanya wahyu Tuhan yang membebani kewajiban pokok setiap individu yang harus dilakukan seorang muslim. Kewajiban tersebut mencakup seluruh aspek hidupnya, baik yang menyangkut kewajiban terhadap Tuhan maupun terhadap manusia lain terlebih pada masyarakat.
  2. Praktek ibadah yang harus dilakukan dengan aturan-aturan yang pasti dan teliti.
  3. Konsepsi Al-Qur’an tentang alam yang menggambarkan penciptaan manusia secara harmonis dan seimbang dibawah perlindungan Tuhan.[66]
Dalam psikologi pendidikan di jelaskan bahawa aspek-aspek kepribadian adalah sebagai berikut:
  1. Intelegensi, yaitu termasuk didalamnya kewaspadaan, kemampuan belajar, kecakapan berpikir dan kemampuan mengambil kesimpulan.
  2. Kesehatan, yaitu kesehatan jasmani dan rohani.
  3. Keterampilan, yaitu merupakan cara orang bereaksi terhadap situasi tertentu.
  4. Nilai-nilai, yaitu pandangan dan keyakinan kita terhadap adat istiadat, etika, kepercayaan.
  5. Peranan, yaitu kedudukan atau posisi seseorang didalam masyarakat di mana ia hidup termasuk tempat dan jabatan.[67]
Dari aspek-aspek di atas yang akan dibentuk melalui jalur pendidikan baik secara formal maupun non formal. Semua aspek-aspek tersebut turut menentukan kepribadian seseorang.
  1. E. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Kepribadian Siswa.
Untuk mengembangkan tugasnya sebagai khalifah Allah, manusia dilengkapi potensi yang perlu dikembangkan. Potensi tersebut berfungsi secara maksimal bila dikembangkan melalui intuisi, sosial, sosial yang ada. Usaha untuk mengembangkan potensi fitriyah tersebut dapat dilakukan melalui dua jalur, jalur pendidikan formal dan jalur nonformal, semuanya dapat berperan dalam proses pembentukan selanjutnya.
Dalam psikologi dinyakatan bahwa pada faktor yang mempunyai terjadinya pertumbuhan dan perkembangan pada seorang anak yaitu:
  1. Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri anak yakni; keturunan dan pembawaan.
  2. Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri anak yakni; pengalaman dan lingkungannya.[68]
Hal tersebut dikemukakan oleh aliran konvergensi bahwa: dalam perkembangan anak menjadi manusia menjadi dewasa sama sekali ditentukan oleh faktor bawaan dan faktor lingkungan kedua fakror inilah yang membentuk kepribadian anak.[69]
Senada dengan di atas F.G. Robbius mengemukakan bahwa kepribadian itu banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
  1. Faktor dasar
  2. Faktor lingkungan
  3. Perbedaan individual
  4. Lingkungan dan
  5. Motivasi[70]
Menurut Sertain Lingkungan itu dibagi menjadi tiga bagian yaitu sebagai berikut:
  1. Lingkungan alam, yaitu segala sesuatu yang ada di alam dunia ini yang bukan manusia, seperti rumah, air, iklan, hewan dan tumbuh-tumbuhan/
  2. Lingkungan dalam, yaitu segala sesuatu yang termasuk lingkungan luar. Akan tetapi makanan yang sudah didalam perut itu sudah (sedang) dalam percernaan.
  3. Lingkungan sosial, yaitu semua orang yang mempengaruhi kita.[71]
Pengaruh lingkungan sosial yang ada kita terima secara langsung dan ada yang tidak secara langsung, pengaruh secara langsung seperti dalam pergaulan sehari-hari dengan orang lain, dengan keluarga dan tekanan. Yang tidak langsung seperti melaui surat radio, televisi, buku majalah dan surat kabar.
Ki Hajar Dewantara pengemukakan bahwa lingkungan sosial meliputi tiga bagian yaitu:
  1. Lingkungan kelurga
  2. Lingkungan sekolah
  3. Lingkungan masyarakat[72]
Dengan demikian, ketiga unsur tersebut bertanggung jawab dalam pembentukan kepribadian anak dalam upaya pengembangannya. Pada kematangan kemampuan intelektualnya, sikap mental, keterampilan, dn pertumbuhan jasmani dan rohaninya. Untuk mendapatkan suatu bentuk yang ideal dalam pelaksanaan masing-masing tanggung jawabnya, ketiga unsur ini harus terjalin kerja sama yang baik intergralistik sehingga dapat membawa dan menjadikan anak didik sebagai seorang yang dapat diharapkan di tengah-tengah kelurga, sekolah dan masyarakat.
Berdasarkan pernyataan di atas, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa dalam pembentukan kepribadian anak, sehingga dapat dinyakan bahwa sikap dan sifat serta watak anak yang beriteraksi antara pembawaan dan lingkungan.

[1]Ahmad Warson, Kamus al-Munawwir (Yogyakarta: PP. Al-Munawwir Krapyak, 1984),       h. 1023.

[2]Atabik Ali, Kamus Kontemporer Arab Indonesia (Cet. VIII; Yogyakarta: Multikarya Grafika, 2003), h. 1305.
[3]Khaeruddin, Ilmu Pendidikan Islam (Makassar: Yayasan Fatiya, 2002), h. 113.
[4]Zainal Arifin Dzamaris, Islam Aqidah dan Syari’ah (Cet. I; Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996), h. 19.
[5]Yunahar Ilyas, Kuliah Aqidah Islam (Cet. VIII; Yogyakarta: LPPI, 2004), h. 1.
[6]Mohammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam (Cet. III; Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000), h. 199.
[7]Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya (Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah Al-Qur’an, 1971), h. 1118.
[8]Syekh Mahmud Syaltut, Akidah dan Syari’ah Islam (Cet. III; Jakarta: Bumi Aksara, 1994),   h. 3-4
[9]Tengku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Al-Islam (Cet. II; Semarang: Pustaka Rizki Putra, 1998), h. 103.
[10]Mohammad Daud Ali, op.cit., h. 202.
[11]Departemen Agama RI, op.cit., h. 40
[12]M. Quraish Shihab, Menyingkap Tabir Ilahi (Cet. II; Jakarta: Lentera Hati, 1999), h. xxiv
[13]Ibid., h. xxxvii
[14]M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an (Cet. VII; Bandung: Mizan, 1998), h. 15.
[15]Departmen Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Pembinaan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Cet. II; Jakarta: Balai Pustaka, 1989), h. 550.
[16]T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy, op.cit., h. 196.
[17]Departemen Agama RI, op.cit., h. 777
[18]Ibid., h. 498
[19]Yunahar Ilyas, op.cit., h. 83-88.

Sejarah Perkembangan Windows

Sejarah Perkembangan Windows

Sejarah Perkembangan Windows
Saat ini banyak yang menggunakan Mircosoft Windows tanpa mengetahui asal muasal
lahirnya Windows, berikut ada artikel yang sangat menarik saya coba sharing ke
Milist gm2020, mulai dari awal keluarnya Windows ver 1.0 hingga menuju Windows
Vista seperti yang saat ini banyak kita nikmati.
Windows 1.0

Versi
pertama Microsoft Windows, yang disebut dengan Windows 1.0, dirilis
pada tanggal 20 November 1985. Versi ini memiliki banyak kekurangan
dalam beberapa fungsionalitas, sehingga kurang populer di pasaran. Pada
awalnya Windows versi 1.0 ini hendak dinamakan dengan Interface
Manager, akan tetapi Rowland Hanson, kepala bagian pemasaran di
Microsoft Corporation, meyakinkan para petinggi Microsoft bahwa nama
"Windows" akan lebih "memikat" konsumen. Windows 1.0 bukanlah sebuah
sistem operasi yang lengkap, tapi hanya memperluas kemampuan MS-DOS
dengan tambahan antarmuka grafis. Selain itu, Windows 1.0 juga memiliki
masalah dan kelemahan yang sama yang dimiliki oleh MS-DOS.

Lebih
jauh lagi, Apple yang menuntut Microsoft membuat Microsoft membatasi
kemampuannya. Sebagai contoh, jendela-jendela di dalam Windows 1.0
hanya dapat ditampilkan di layar secara "tile" saja, sehingga jendela
tersebut tidak dapat saling menimpa satu sama lainnya. Selain itu,
tidak ada semacam tempat yang digunakan untuk menyimpan berkas sebelum
dihapus (Recycle Bin), karena memang Apple berkeyakinan bahwa mereka
memiliki hak terhadap paradigma tersebut. Microsoft pun kemudian
membuang limitasi tersebut dari Windows dengan menandatangani
perjanjian lisensi dengan Apple.

Windows 2.x

Windows
versi 2 pun muncul kemudian pada tanggal 9 Desember 1987, dan menjadi
sedikit lebih populer dibandingkan dengan pendahulunya. Sebagian besar
populeritasnya didapat karena kedekatannya dengan aplikasi grafis
buatan Microsoft, Microsoft Excel for Windows dan Microsoft Word for
Windows. Aplikasi-aplikasi Windows dapat dijalankan dari MS-DOS, untuk
kemudian memasuki Windows untuk melakukan operasinya, dan akan keluar
dengan sendirinya saat aplikasi tersebut ditutup.

Microsoft
Windows akhirnya memperoleh peningkatan signifikan saat Aldus PageMaker
muncul dalam versi untuk Windows, yang sebelumnya hanya dapat berjalan
di atas Macintosh. Beberapa ahli sejarahwan komputer mencatat ini
sebagai kemunculan sebuah aplikasi yang laku secara signifikan selain
buatan Microsoft sebagai awal kesuksesan Microsoft Windows.

Windows
versi 2.0x menggunakan model memori modus real, yang hanya mampu
mengakses memori hingga 1 megabita saja. Dalam konfigurasi seperti itu,
Windows dapat menjalankan aplikasi multitasking lainnya, semacam
DESQview, yang berjalan dalam modus terproteksi yang ditawarkan oleh
Intel 80286.

Windows 2.1x

Selanjutnya, dua versi
yang baru dirilis, yakni Windows/286 2.1 dan Windows/386 2.1. Seperti
halnya versi Windows sebelumnya, Windows/286 menggunakan model memori
modus real, tapi merupakan versi yang pertama yang mendukung High
Memory Area (HMA). Windows/386 2.1 bahkan memiliki kernel yang berjalan
dalam modus terproteksi dengan emulasi Expanded Memory Specification
(EMS) standar Lotus-Intel-Microsoft (LIM), pendahulu spesifikasi
Extended Memory Specification (XMS) yang kemudian pada akhirnya
mengubah topologi komputasi di dalam IBM PC. Semua aplikasi Windows dan
berbasis DOS saat itu memang berjalan dalam modus real, yang berjalan
di atas kernel modus terproteksi dengan menggunakan modus Virtual 8086,
yang merupakan fitur baru yang dimiliki oleh Intel 80386.

Versi
2.03 dan kemudian versi 3.0 mendapatkan tuntutan dari Apple karena
memang versi 2.1 ini memiliki modus penampilan jendela secara cascade
(bertumpuk), selain beberapa fitur sistem operasi Apple Macintosh yang
"ditiru" oleh Windows, utamanya adalah masalah tampilan/look and feel.
Hakim William Schwarzer akhirnya membatalkan semua 189 tuntutan
tersebut, kecuali 9 tuntutan yang diajukan oleh Apple terhadap
Microsoft pada tanggal 5 Januari 1989.

Kesuksesan dengan Windows 3.0

Microsoft
Windows akhirnya mencapai kesuksesan yang sangat signifikan saat
menginjak versi 3.0 yang dirilis pada tahun 1990. Selain menawarkan
peningkatan kemampuan terhadap aplikasi Windows, Windows 3.0 juga mampu
mengizinkan pengguna untuk menjalankan beberapa aplikasi MS-DOS secara
serentak (multitasking), karena memang pada versi ini telah
diperkenalkan memori virtual. Versi ini pulalah yang menjadikan IBM PC
dan kompatibelnya penantang serius terhadap Apple Macintosh. Hal ini
disebabkan dari peningkatan performa pemrosesan grafik pada waktu itu
(dengan adanya kartu grafis Video Graphics Array (VGA)), dan juga modus
terproteksi/modus 386 Enhanced yang mengizinkan aplikasi Windows untuk
memakai memori lebih banyak dengan cara yang lebih mudah dibandingkan
dengan apa yang ditawarkan oleh MS-DOS.

Windows 3.0 dapat
berjalan di dalam tiga modus, yakni modus real, modus standar, dan
modus 386 Enhanced, dan kompatibel dengan prosesor-prosesor keluarga
Intel dari Intel 8086/8088, 80286, hingga 80386. Windows 3.0 akan
mencoba untuk mendeteksi modus mana yang akan digunakan, meski pengguna
dapat memaksa agar Windows bekerja dalam modus tertentu saja dengan
menggunakan switch-switch tertentu saat menjalankannya

* win /r: memaksa Windows untuk berjalan di dalam modus real
* win /s: memaksa Windows untuk berjalan di dalam modus standar
* win /3: memaksa Windows untuk berjalan di dalam modus 386 Enhanced.

Versi
3.0 juga merupakan versi pertama Windows yang berjalan di dalam modus
terproteksi, meskipun kernel 386 enhanced mode merupakan versi kernel
yang ditingkatkan dari kernel modus terproteksi di dalam Windows/386.

Karena
adanya fitur kompatibilitas ke belakang, aplikasi Windows 3.0 harus
dikompilasi dengan menggunakan lingkungan 16-bit, sehingga sama sekali
tidak menggunakan kemampuan mikroprosesor Intel 80386, yang notabene
adalah prosesor 32-bit.

Windows 3.0 juga hadir dalam versi
"multimedia", yang disebut dengan Windows 3.0 with Multimedia
Extensions 1.0, yang dirilis beberapa bulan kemudian. Versi ini
dibundel dengan keberadaan "multimedia upgrade kit", yang terdiri atas
drive CD-ROM dan sebuah sound card, seperti halnya Creative Labs Sound
Blaster Pro. Versi ini merupakan perintis semua fitur multimedia yang
terdapat di dalam versi-versi Windows setelahnya, seperti halnya
Windows 3.1 dan Windows for Workgroups, dan menjadi bagian dari
spesifikasi Microsoft Multimedia PC.

Fitur-fitur yang disebutkan
di atas dan dukungan pasar perangkat lunak aplikasi yang semakin
berkembang menjadikan Windows 3.0 sangat sukses di pasaran. Tercatat,
dalam dua tahun sebelum dirilisnya versi Windows 3.1, Windows 3.0
terjual sebanyak 10 juta salinan. Akhirnya, Windows 3.0 pun menjadi
sumber utama pemasukan Microsoft, dan membuat Microsoft melakukan
revisi terhadap beberapa rencana awalnya.

Beralih sementara ke OS/2

Selama
pertengahan hingga akhir 1980an, Microsoft dan IBM bekerja sama dalam
mengembangkan sebuah sistem operasi penerus DOS, yang disebut sebagai
IBM OS/2. OS/2 dapat menggunakan semua kemampuan yang ditawarkan oleh
mikroprosesor Intel 80286 dan mampu mengakses memori hingga 16
Megabyte. OS/2 1.0 dirilis pada tahun 1987, yang memiliki fitur
swapping dan multitasking, selain tentunya mengizinkan aplikasi MS-DOS
untuk berjalan di atasnya.

OS/2 versi 1.0 hanyalah sebuah sistem
operasi yang berbasis modus teks/command line saja. OS/2 versi 1.1 yang
dirilis pada tahun 1988 menawarkan antarmuka grafis, yang disebut
dengan Presentation Manager (PM). Presentation Manager ini menggunakan
sistem koordinat yang sama dengan koordinat Cartesius, berbeda dengan
sistem operasi Windows dan beberapa sistem GUI lainnya. Penggunaan
sistem koordinat tersebut menyebabkan titik x,y 0,0 pada OS/2
diletakkan pada pojok kiri bawah layar, sementara pada Windows,
peletakannya pada pojok kiri atas. OS/2 versi 1.2, yang dirilis pada
tahun 1989, memperkenalkan sebuah sistem berkas baru, yang disebut
dengan High Performance File System (HPFS), yang ditujukan untuk
menggantikan sistem berkas File Allocation Table (FAT).

Pada
awal-awal tahun 1990an, hubungan antara Microsoft dan IBM pun meregang
akibat munculnya sebuah konflik. Hal ini dikarenakan mereka saling
bekerja sama dalam mengembangkan sistem operasi komputer pribadi
masing-masing (IBM dengan OS/2 dan Microsoft dengan Windows-nya),
keduanya memiliki akses terhadap kode masing-masing sistem operasi.
Microsoft menghendaki pengembangan lebih lanjut dari sistem operasi
Windows buatannya, sementara IBM memiliki hasrat bahwa semua pekerjaan
masa depannya haruslah dibuat berdasarkan sistem operasi OS/2. Dalam
sebuah percobaan untuk mengakhiri konflik ini, IBM dan Microsoft
akhirnya setuju bahwa IBM akan mengembangkan IBM OS/2 versi 2.0, untuk
menggantikan OS/2 versi 1.3 dan Windows 3.0, sementara Microsoft harus
mengembangkan sebuah sistem operasi baru, OS/2 versi 3.0, yang akan
kemudian menggantikan OS/2 versi 2.0.

Persetujuan ini pun tidak
berlangsung lama, sehingga hubungan IBM dan Microsoft pun dihentikan.
IBM akhirnya melanjutkan pengembangan OS/2, sementara Microsoft
mengganti nama sistem operasi OS/2 versi 3.0 (yang belum dirilis)
menjadi Windows NT. Keduanya masih memiliki hak untuk menggunakan
teknologi OS/2 dan Windows yang sudah dibentuk sampai pemutusan
persetujuan; akan tetapi, Windows NT benar-benar ditulis sebagai sebuah
sistem operasi yang baru dan sebagian besar kode bebas dari kode IBM
OS/2.

Setelah versi 1.3 dirilis untuk untuk membenarkan beberapa
masalah dalam OS/2 versi 1.x, IBM akhirnya merilis OS/2 versi 2.0 pada
tahun 1992. Versi 2.0 ini menawarkan peningkatan yang signifikan, yakni
sebuah GUI berorientasi objek, yang disebut dengan Workplace Shell
(WPS), yang mencakup di dalamnya sebuah dekstop dan dianggap oleh
banyak orang merupakan fitur terbaik di dalam OS/2. Microsoft pun
akhirnya "menjiplak" beberapa elemen dari Workplace Shell pada sistem
operasi Windows 95 yang dirilis tiga tahun kemudian. Versi 2.0 juga
menawarkan API yang mendukung penuh instruksi 32-bit milik Intel 80386,
sehingga menawarkan fitur multitasking yang bagus dan mampu
mengalamatkan memori hingga 4 gigabyte. Meskipun demikian, banyak hal
di dalam internal sistem masih menggunakan kode 16-bit, yang
mengharuskan device driver juga harus ditulis dengan menggunakan kode
16-bit juga, selain tentunya beberapa hal internal lainnya. Hal ini
merupakan salah satu alasan mengapa OS/2 kekurangan driver perangkat
keras. Versi 2.0 juga mampu menjalankan aplikasi DOS dan Windows 3.0,
karena memang IBM juga masih memiliki hak untuk menggunakan kode DOS
dan Windows setelah "perceraian" hubungan antara mereka.

Pada
saat itu, memang tidak jelas siapa yang menjadi pemenang dalam
perlombaan yang disebut "Desktop Wars", akan tetapi pada akhirnya OS/2
tidak mampu mendapatkan pangsa pasar yang cukup meskipun IBM pada
akhirnya merilis beberapa versi OS/2 yang jauh lebih hebat lagi setelah
versi 2.0 ini.