Rabu, 06 Juli 2011

PRINSIP-PRINSIP PENGORGANISASIAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Manajemen merupakan proses pelaksanaan kegiatan organisasi melalui upaya orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan manajemen keperawatan dapat diartikan sebagai pelaksanaan pelayanan keperawatan melalui staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan, pengobatan dan rasa aman, kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Pengorganisasian merupakan fungsi manajemen kedua yang penting dilaksanakan oleh setiap unit kerja sehingga tujuan organisasi dapat dicapai dengan berdaya guna dan berhasil guna. Pengorganisasian merupakan pengelompokan yang terdiri dari beberapa aktifitas dengan sasaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan masing-masing kelompoknya untuk melakukan koordinasi yang tepat dengan unit lain secara horizontal dan vertikal untuk mencapai tujuan organisasi sebagai organisasi yang komplek, maka pelayanan keperawatan harus mengorganisasikan aktivitasnya melalui kelompok-kelompok sehingga tujuan pelayanan keperawatan akan tercapai.
Ruang rawat merupakan salah satu pusat pelayanan kesehatan termasuk pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh semua tim kesehatan dimana semua tenaga termasuk perawat bertanggung jawab dalam penyelesaian masalah kesehatan klien. Pengorganisasian pelayanan keperawatan secara optimal akan menentukan mutu pelayanan keperawatan yang diberikan Yang menjadi bahasan dalam pelayaan keperawatan diruang rawat meliputi : struktur organisai ruang rawat, pengelompokkan kegiatan (metode pengawasan), koordinasi kegiatan dan evaluasi kegiatan kelompok kerja ; yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang struktur organisasi dalam pelayanan keperawatan untuk mencapain tujuan.

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan manajemen keperawatan ?
2.      Bagaimana cara membentuk organisasi sehingga tujuan pelayanan keperawatan dapat tercapai ?
3.      Apa yang dimaksud dengan ruang rawat dalam bidang ilmu keperawatan ?

C.    Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan dari makalah tentang pembagian dalam bidang ilmu keperawatan adalah :
1.      Dapat mengetahui pengertian manajemen keperawatan.
2.      Dapat mengetahui cara untuk membentuk organisasi sehingga tujuan pelayanan keperawatan dapat tercapai.
3.      Dapat mengetahhui pengertian dari ruang rawat dalam bidang ilmu keperawatan.

 
BAB II
PEMBAHSAN

A.    Pengertian Pengorganisasian atau Pembagian

Pengorganisasian adalah keseluruhan pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas, tugas, kewenangan dan tanggung jawab sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kegiatan kesatuan yang telah ditetapkan. (Siagian,1983 dalam Juniati) Sedangkan Szilagji (dalam Juniati) mengemukakan bahwa fungsi pengorganisasian merupakan proses mencapai tujuan dengan koordinasi kegiatan dan usaha, melalui penataan pola struktur, tugas, otoritas, tenaga kerja dan komunikasi.
Tiga aspek penting dalam pengorganisasian meliputi :
1.      Pola struktur yang berarti proses hubungan interaksi yang dikembangkn secara efektif.
2.      Penataan tiap kegiatan yang merupakan kerangka kerja dalam organisasi.
3.      Struktur kerja organisasi termasuk kelompok kegiatan yang sama, pola hubungan antar kegiatan yang berbeda, penempatan tenaga yang tepat, dan pembinaan cara komunikasi yang efektif antar perawat.

B.     Prinsip-Prinsip Pembagian /Pengorganisasian

1.      Pembagian Kerja

Prinsip dasar untuk mencapai efisiensi yaitu pekerjaan dibagi-bagi sehingga setiap orang memilik tugas tertentu. Untuk ini kepala bidang keperawatan perlu mengetahui tentang :
a.      pendidikan dan pengalaman setiap staf
b.      peran dan fungsi perawat yang diterapkan di RS tersebut.
c.       Mengetagui ruang lingkup tugas kepala bidang keperawatan dan kedudukan dalam organisasi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pengelompokkan dan pembagian kerja :
1.      Jumlah tugas yang dibebankan seseorang terbatas dan sesuai dengan kemampuanya.
2.      Setiapbagian memiliki perincian aktivitas yang jelas dan tertulis.
3.      Tiap staf memiliki perincian tugas yang jelas.
4.      Variasi tugas bagi seseorang diusahakan sejenis atau erat hubunganya.
5.      Mencegah terjadinya pengotakan antar staf

2.      Pendelegasian Tugas

Pendelegasian adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab kepada staf untuk bertindak dalam batas-batas tertentu. Dengan pendelegasian, seorang pimpinan dapat mencapai tujuan dan sasaran kelompok melalui usaha orang lain, hal mana merupakan inti manajemen. Pendelegasian juga merupakan alat pengembangan dan latihan manajemen yang bermanfaat. Staf yang memiliki minat terhadap tantangan yang lebih besar akan menjadi lebih komit dan puas bila diberikan kesempatan untuk memegang tugas atau tantangan yang penting. Sebaliknya kurangnya pendelegasian akan menghambat inisiatif staf.
Walaupun pendelegasian merupakan alat manajemen yang efektif, banyak pimpinan yang gagal mengerjakan pendelegasian ini. Beberapa alasan yang menghambat dalam melakukan pendelegasian :
1.      Meyakini pendapat yang salah” jika kamu ingin hal itu dilaksanakan dengan tepat” kerjakanlah sendiri.
2.      Kurang percaya diri
3.      Takut dianggap malas
4.      Takut persaingan dan lain-lain.
Langkah-langkah yang harus ditempuh agar dapat  melakukan pendelegasian yang efektif :
1.      Tetapkan tugas yang akan didelegasikan
2.      Pilihlah orang yang akan diberi delegasi
3.      Berikan uraian tugas yang akan didelegasikan dengan jelas
4.      Uraikan hasil spesifikyang anda harapkan dan kapan anda harapkan hasil tersebut
5.      Jelaskan batas wewenang dan tanggung jawab yang dimiliki  staf tersebut.
6.      Minta staf tersebut menyimpulkan pokok tugasnya dan cek penerimaan staf tersebut atas tugas yang didelegasikan.
7.      Tetapkan waktu untuk mengontrol perkembangan
8.      Berikan dukungan
9.      Evaluasi hasilnya.

3.      Koordinasi

Koordinasi adalah keselarasan tindakan, usaha, sikap dan penyesuaian antar tenaga yang ada dibangsal. Keselarasan ini dapat terjalin antar perawat dengan anggota tim kesehatan lain maupun dengan tenaga dari bagian lain.
Manfaat kordinasi :
1.      Menghindari perasaan lepas antar tugas yang ada dibagian terpenting  dari yang lainya.
2.      Menumbuhkan rasa saling membantu
3.      Menimbulkan kesatuan tindakan dan sikapantar staf.
            Cara kordinasi adalah dengan komunikasi terbuka, dialog, pertemuan/rapat, pencatatan dan pelaporan dan pembakuan formulir yang berlaku.
4.      Manajemen Waktu
Untuk mengendalikan waktu agar lebih efektif perlu :
1.      Analisa waktu yang dipakai; membuat agenda harian untuk menentukan kategori  kegiatan yang ada.
2.      Memeriksa kembali masing-masing porsi dari tiap aktifitas
3.      Menentukan prioritas pekerjaan menurut kegawatan, dan perkembanganya serta tujuan yang akan dicapai.
4.      Mendelegasikan
Hambatan yang sering terjadi pada pengayuran waktu adalah :
-          Terperangkap dalam pekerjaan
-          Menunda karena takut salah
-          Tamu yang tidak terjadwal dan lain-lain.

C.    Pengorganisasian Kegiatan Keperawatan Diruang Rawat

Kepala ruangan bertanggung jawab untuk mengorganisasi kegiatan asuhan keperawatan di unit kerjanya untuk mencapai tujuan pengorganisasian, pelayanan keperawatan diruangan meliputi :
1.       Struktur organisasi
Struktur organisai ruang rawat terdiri dari struktur bentuk dan bagan. Berbagai struktur, bentuk dan bagan dapat digunakan tergantung pada besarnya organisasi dan tujuan yang ingin dicapai. Ruang rawat sebagi wadah dan pusat kegiatan pelayanan keperawatan perlu memiliki struktur organisasi tetapi ruang rawat tidak termasuk dalam struktur organisasi raumah sakit bila dilihat dari surat keputusan menteri Kesehatan no. 134 dan 135 tahun 1978. oleh karena itu direktur rumah sakit perlu menerbitkan surat keputusan yang mengatur struktur organisasi ruang rawat.

2.       Pengelompokan kegiatan
Setiap organisasi memiliki serangkaian tugas atau kegiatan yang harus diselesaikan untuk mencapai tujuan. Kegiatan perlu dikumpulkan sesuai dengan spesifikasi tertentu. Pengorganisasian kegiatan dilakukan untuk memudahkan pembagian tugas pada perawat sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan dimiliki peserta sesuai dengan kebutuhan klien pengorganisasian tugas perawat ini disebut metode penugasan.
Keperawatan diberikan karena ketidakmampuan, ketidaktahuan dan ketidakmampuan klien dalam melakukan aktifitas untuk dirinya dalam upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal. Setiap kegiatan keperawatan diarahkan kepada pencapaian tujuan dan merupakan tugas menejer keperawatan untuk selalu mengkoordinasi, mengarahkan dan mengendalikan proses pencapaian tujuan melalui interaksi, komunikasi, integrasi pekerjaan diantara staf keperawatan yang terlibat. Dalam upaya mecapai tujuan tersebut meneger keperawatan dalam hal ini kepala ruangan bertanggung jawab mengorganisir tenaga keperawatan yang ada dan kegiatan pelayanan keperawatan yang akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan klien, sehingga kepala ruangan perlu mengkatagorikan klien yang ada diunit kerjanya. Menurut Kron (1987) kategori klien didasarkan atas : Tingkat pelayanan keperawatan yang dibutuhkan klien, misalnya keperawatan mandiri, minimal, sebagian, total atau intensif. Usia misalnya anak, dewasa, usia lanjut. Diagnosa/masalah kesehatan yang dialami klien misalnya perawatan bedah/ortopedi, kulit. Terapi yang dilakukan, misalnya rehabilitas, kemoterapi.

D.    Macam-Macam Metode Penugasan Keperawatan

Berbagai metode penugasan keperawatan yang dapat digunakan dengan beberapa keuntungan dan kerugian.
Metode tersebut antara lain :
1.      Metode fungsional
Yaitu pengorganisasian tugas pelayanan keperawatan yang didasarkan kepada pembagian tugas menurut jenis pekerjaan yang dilakukan. Contoh : Perawat A tugasnya menyuntik, perawat B tugasnya mengukur suhu badan klien.
Seorang perawat dapat melakukan dua jenis tugas atau lebih untuk semua klien yang ada di unit tersebut. Kepala ruangan bertanggung jawab dalam pembagian tugas tersebut dan menerima laporan tentang semua klien serta menjawab semua pertanyaan tentang klien.
2.      Metode  Alokasi klien
Yaitu pengorganisasian pelayanan/asuhan keperawatan untuk satu atau beberapa klien oleh satu orang perawat pada saat bertugas/jaga selama periode waktu tertentu atau samapi klien pulang. Kepala ruangan bertanggung jawab dalam pembagian tugas dan menerima semua laporan tentang pelayanan keperawatan klien.
3.      Metode Tim keperawatan
Yaitu pengorganisasian pelayanan keperawatan oleh sekelompok klien dan sekelompok klien. Kelompok ini dipimpin oleh perawat yang berijazah dan berpengalaman serta memiliki pengetahuan dalam bidangnya (“registered nurse”).

Pembagian tugas di dalam kelompok dilakukan oleh pimpinan kelompok/ketua grup. Selain itu ketua grup bertanggung jawab dalam mengarahkan anggota grup/tim. Sebelum tugas dan menerima laporan kemajuan pelayanan keperawatan klien serta membantu anggota tim dalam menyelesaikan tugas apabila menjalani kesulitan Selanjutnya ketua grup yang melaporkan pada kepala ruangan tentang kemajuan pelayanan/asuhan keperawatan terhadap klien.
4.      Metodekeperawatan primer
Yaitu pengorganisasian pelayanan/asuhan keperawatan yang dilakukan oleh satu orang “registered nurse” sebagai perawat primer yang bertanggung jawab dalam asuhan keperawatan selama 24 jam terhadap klien yang menjadi tanggung jawabnya mulai dari masuk sampai pulang dari rumah sakit. Apabila perawat primer/utama libur atau cuti tanggung jawab dalam asuhan keperawatan klien diserahkan pada teman kerjanya yang satu level atau satu tingkat pengalaman dan keterampilannya ( associate nurse).
5.      Metode “moduler”
Yaitu pengorganisasian pelayanan/asuhan keperawatan yang dilakukan oleh perawat profesional dan non profesional (trampil) untuk sekelompok klien dari mulai masuk rumah sakit sampai pulang disebut tanggung jawab total atau keseluruhan. Untuk metode ini diperlukan perawat yang berpengetahuan, terampil dan memiliki kemampuan kepemimpinan. Idealnya 2-3 perawat untuk 8-12 orang klien.

E.     Konsep Model Keperawatan Tim

Model keperawatan tim sebaiknya dilakukan sesuai dengan memperhatikan konsep-konsep berikut :
1.      Ketua Tim sebaiknya perawat yang berpindidikan/berpengalaman, terampil dan memiliki kemampuan kepemimpinan. Jika hanya seorang “registered nurse” yang bertugas dia harus menjadi ketua tim. Ketua Tim juga harus mampu menentukan prioritas kebutuhan asuhan keperawatan klien, merencanakan, melakukan supervisi dan evaluasi pelayanan keperawatan. Selain itu harus mampu memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan filosofi keperawatan. Uraian tugas untuk ketua tim dan anggota tim harus jelas dan spesifik.
2.      Komunikasi yang efektif diperlukan untuk kelanjutan asuhan keperawatan.
Dengan demikian pencatatan rencana keperawatan untuk tiap klien harus selalu tepat waktu dan asuhan keperawatan selalu dinilai kembali untuk validitasnya.
3.      Ketua tim harus menggunakan semua teknik manajemen dan kepemimpinan
4.      Pelaksanaan keperawatan tim sebaiknya fleksibel atau tidak kaku. Metode tim dapat dilakukan pada shift pagi, sore atau malam di unit manapun. Sejumlah tenaga dapat terlibat dalam tim, minimal dua sampai tiga tim. Jumlah atau besarnya tim bergantung dari banyaknya staf. Dua orang perawat dapat dikatakan tim, terutama untuk shift sore dan malam, dimana jumlah tenaga terbatas.
Tanggung jawab Ketua Tim :
-          Mengkaji setiap klien dan menerapkan tindakan keperawatan yang tepat.
Pengkajian merupakan proses yang berlanjut dan berkesinambungan. Dapat dilakukan serah terima tugas.
-          Mengkoordinasikan rencana perawatan yang tepat waktu, membimbing anggota tim untuk mencatat tindak kepemimpinan yang telah dilakukan.
-          Meyakinkan semua hasil evaluasi berupa respon klien terhadap tindakan keperawatan tercatat.
-          Menilai kemajuan semua klien dari hasil pengamatan langsung atau laporan anggota tim.
Tanggung jawab Anggota Tim :
-          Menyadari bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk setiap klien di unit tersebut. Misalnya pada saat jam makan siang staf dan rapat tim - Mengikuti instruksi keperawatan yang tertera dalam rencana keperawatan secara teliti termasuk program pengobatan.
-          Melaporkan secara tepat dan akurat tentang asuhan yang dilakukan serta respon yang ditunjukkan klien.
-          Menerima bantuan dan bimbingan ketua tim.
Tanggung jawab Kepala Ruang Pada Penugasan Tim :
-          Menetapkan standar kinerja staf
-          Membantu staf menetapkan sasaran keperawatan pada unit yang dipimpinnya
-          Memberikan kesempatan pada klien tim dan membantu untuk mengembangkan ketrampilan manajemen dan kepemimpinan.
-          Secara berkesinambungan mengorientasikan staf baru tantang prosedur tim keperawatan
-          Menjadi narasumber bagi ketua tim dan staf tempat diskusi
-          Memotivasi staf untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan
-          Melakukan kemunikasi terbuka untuk setiap staf yang dipimpinnya.

BAB III
PENUTUP

1.      Kesimpulan
Berdasarkan isi makalah diatas maka dapat ditarik kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut :
a.       Pengorganisasian adalah keseluruhan pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas, tugas, kewenangan dan tanggung jawab sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kegiatan kesatuan yang telah ditetapkan.
b.      Pendelegasian adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab kepada staf untuk bertindak dalam batas-batas tertentu.
c.       Koordinasi adalah keselarasan tindakan, usaha, sikap dan penyesuaian antar tenaga yang ada dibangsal. Keselarasan ini dapat terjalin antar perawat dengan anggota tim kesehatan lain maupun dengan tenaga dari bagian lain.
d.      manajemen keperawatan dapat diartikan sebagai pelaksanaan pelayanan keperawatan melalui staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan, pengobatan dan rasa aman, kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.

2.      Saran       
Adapun  saran yang saya ajukan adalah agar dosen terus terus memberikan bimbingan kepada mahasiswa tentang pendidikan khusnya  mata kuliah biologi ini terutama dalam pembuatan makalah seperti tugas yang diberikan kepada para mahasiswa seperti sekarang ini.

















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar